Memutuskan adalah Pilihan !!!!

https://www.pexels.com

Memutuskan adalah pilihan-Hidup ini emang harus selalu memutuskan, memutuskan bukan berarti harus pacaran, akan tetapi memutuskan untuk bersekolah, untuk kuliah, untuk bekerja, untuk pergi itu semua adalah keputusan 

Dan di sini adalah ceritaku ketika aku memutuskan untuk menjadi yang lebih baik, karena diriku bukan lah orang yang baik.

Memutuskan untuk Merantau

https://www.pexels.com

Merantau adalah pilihan untuk ku, kenapa?

Karena setelah diriku lulus dari SMP itu dulu tidak langsung melanjutkan ke jenjang selanjutnya karena ada masalah internal yang tidak bisa di lalui, kalian bisa baca di sini. 

Dulu pekerjaan aku itu adalah kernet truk mulai dari sini kehidupan itu menjadi keras, mulai dari perokok berat, pembalap liar, pemain judi, kalian bisa membayangkan orang seperti apa aku ini.

Setiap setelah magrib itu aku dan kawan-kawan mulai kumpul di rumah teman aku, ya ada yang main kartu, ada yang main ps dan ada juga yang modifikasi montor untuk balapan, dan kami pulang ke rumah itu jam 6 pagi  baru pulang.

Tetangga banyak yang bilang anak kelakuanya kaya kelelawar, berangkat malam pulang pagi, tapi itu sudah biasa di telinga aku, pokoknya cibiran demi cibiran itu aku anggap seperti angin lalu.

Dan suatu hari.

Teman aku ada yang bilang. Bro apa tidak bosen kaya begini terus? hidup ini kaya hampa sekali begitu, kita begadang sampai malam pulang pagi besok begitu lagi apa nggak bosan?.

Dari kata-kata teman ku ini satu per satu teman teman aku mulai merantau di luar negeri, ada juga yang di dalam negeri.

Begitu juga pun diriku mulai merantau di semarang.

Memutuskan untuk Sekolah

https://www.pexels.com

Ini adalah keputusanku yang ke 2 yaitu memutuskan untuk bersekolah.

Setelah aku merantau di Semarang itu banyak sekali perubahan Alhamdulilah, karena di semarang di daerah yang aku tinggal Alhamdulilah orang-orangnya beribadah nya selalu ke masjid (berjamaah).

Jadi mulai dari teman yang baik ini semua kebiasaanku berubah mulai dari merokok berhenti, Judi dah tobat balapan ya sudah tobat juga tapi kalau naik motor ngebut itu hobi kayaknya hehe.

Mulai dari teman-teman ini semuanya kebiasaan buruk ku berubah seketika itu, awalnya berat aku mau berpisah dengan mereka, karena mereka aku anggap sebagai guru perubahan bagi aku.

Dan aku tidak bisa menolak ada orang yang baik mengajak diriku untuk bersekolah lagi,  itu adalah sebuah cerita yang aku tulis sebagai Jogja kota pendidikan itu adalah ceritaku saat aku bersekolah.

Sebenarnya sungguh berat meninggalkan mereka semua, karena canda, tawa, saling tolong menolong menurutku begitu indah lah akan tetapi keputusan untuk berpisah yang aku pilih.

Dan aku selalu mengingat kebaikan mereka, semoga Allah membalas yang lebih baik.

Memutuskan Naik Mobil

https://www.pexels.com/

Ini sebenarnya adalah sebuah pilihan.

Ketika dulu aku di tanya. Den kamu pilih berangkat sekolah naik sepedah atau naik mobil, ya naik mobil lah mbak hehe, 

Jadi kalau aku pilih naik sepedah itu berarti aku di pondok putra dan itu lumayan jauh, na kalau naik mobil itu di pondok putri di sana nanti bantu-bantu pak kyai begitu ceritanya.

Jadilah diriku di tempatkan di Pondok putri disuruh ngrawat masjid, bersihkan tempat wudhu, muadzin (tukang adzan) dan bantu-bantu pak kyai. inilah pilihan.

Waktu itu pernah, pondok itu terkena banjir dan tempat pembuangan tinja itu penuh sehingga airnya itu masuk di kamar mandi dengan campuran kotoran.

Setelah banjir surut di suruh membersihkan dan kyai berpesan niatkanlah iklas kamu membersihkan itu seperti kamu membersihkan dosa-dosamu, sejenak berfikir aku apa urusanya dosa sama kotoran ini.

Akan tetapi aku cuman santri, santri itu cuma sendiko dawuh (menurut) apa yang di bilang kyai.

Memutuskan Tidak Kuliah

https://pixabay.com

Setelah lulus SMA itu ada yang namanya SNPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri), daftar lah diriku di situ, dengan rasa pedenya mendaftar di UGM mengambil fakultas managemen dan pilihan yang satunya fakultas ekonomi.

Dah setelah menunggu dan menunggu akhirnya pengumuman itu muncul jam 12 malam, aku rela tidak tidur karena menunggu pengumuman itu, akhirnya nama aku tidak ada.

Sebenarnya setelah itu aku sempat putus asa, tapi aku mencoba lagi di UIN Sunan Kalijaga dengan mengambil fakultas ekonomi syariah melalui jalur PMB, karena jurusan yang aku ambil banyak yang minat, dan kuota cuma sedikit yang di ambil, dan akhirnya gagal lagi di sini.

Dah setelah itu aku putuskan untuk belum dulu kuliah.

Memutuskan untuk Bekerja

https://pixabay.com

Setelah mendaftar kuliah tak kunjung di terima akhirnya bekerja lah jalan selanjutnya.

Tapi sebelum bekerja di Inan guest house ini dulu sempat berpamitan di Jogja dengan kyai  sebenarnya kyai kurang setuju aku bekerja di sana, akan tetapi beliau sendiri juga tidak bisa mencegah karena yang minta tolong di suruh membantu itu ibu yang mempunyai pondok.

Dan akhirnya berangkatlah aku ke malang untuk bekerja.

Ternyata semuanya harus di tinggalkan atau pun kita yang di tinggalkan itulah sunnatullah (ketetapan Allah).

Tapi aku selalu menghubungi mereka walaupun hanya sekedar menanyakan bagaimana kabarnya, karena itu sangat berharga bagi mereka.

Janganlah seperti di ibaratkan kacang lupa dengan kulitnya, artinya kita melupakan orang-orang yang pernah menolong kita, jangan sampai itu terucap dari meraka.

Karena lewat mereka Allah menolong kita jangan sampai melupakan, balaslah kebaikan mereka kelak, kalau engkau belum bisa doakan mereka yang baik-baik.

Memutuskan Resign dan Menolak Tawaran ke Malaysia

https://pixabay.com

Sebenarnya sebelum memutuskan untuk ke resign kerja dan menolak tawaran ke Malaysia ada beberapa alasan.

Dan yang mengajak aku ke Malaysia itu, dulu adalah langganan saya di guest house dia itu mempunyai restoran di Johor baru di Malaysia dengan gaji yang dia tawarkan menurut saya besar sekitar 8 juta per bulan atau sekitar 3000 ringgit Malaysia,

Sebenarnya aku nyaman dengan pekerjaan yang aku tekuni ini, akan tetapi banyak sekali maksiat di mata ini, bagaimana tidak aku adalah seorang pelayan dan lokasi yang aku layani itu ada di dekat kolam renang.

Kalian tau kan bagaimana kalau orang berenang itu pakaian nya hmm pokoknya.

Ketika itu aku pernah masuk sore dan itu ada yang berenang orang mana kurang tau, usianya sekitar 23 tahun lah, cantik putih rambut panjang hmm lah pokoknya di tambah lagi pakaian yang kurang bahan hedeh.

Tiba-tiba dia memanggil, mas bisa pesan minuman?, bisa kak mau minum apa?, jus alpukat saja mas, baik kak.

Coba kalian bayangkan mata ini salah apa tidak!, apakah aku harus menundukan kepala, tapi pekerjaanku sebagai pelayan, Mulai dari sinilah aku berfikir ingin mencari pekerjaan yang barokah.

Dan aku memutuskan menolak menambah kontrak kerja dan menolak tawaran ke Malaysia.

Memutuskan ke Sintesa

Luthfan.com

Ini adalah ke putusan yang aku ambil yaitu Sintesa.

Dulu tau sintesa itu sudah lama sebenarnya sejak 2015 itu dari tetangga di jogja asli orang magetan, dia bekerja di pt Nasa atau yang lebih di kenal sebagai Natural Nusantara.

Dari orang ini dia bercerita tentang sintesa dengan keunggulannya di bisnis onlen dan internet marketing, seketika itu aku tertarik kapan aku bisa kesana, akan tetapi posisi aku itu masih kelas dua SMA.

Jadi masuk sintesa ini adalah plening sebelum aku bekerja,

Ketika itu setelah aku resign kerja itu bingung awalnya aku mau kemana, tiba-tiba munculah di beranda facebook pendaftaran santri baru dah tak ambil pusing daftar saja semoga di sini Allah memberikan ilmu yang barokah dan harta yang barokah juga.

Dan akhirnya Allah menunjuk aku sebagai santri yang lolos di Sintesa.

Semoga kelak menjadi orang kaya yang berkah dunia dan akhirat, agar aku bisa mengamalkan ilmu ini tanpa aku bingung harus  mencari rejeki untuk diriku sendiri.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.