Pengalaman Ujian dan Makna Sabar

Asssalmu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh, Pekenalkan nama Aku Deni Iswanto lahir di Ponorogo 28 mei 1997, Ini adalah sebuah kisah dari diriku sendiri yang aku sebut sebagai sebuah ujian dan makna sabarSemoga para pembaca bisa mengambil pelajaran dari kisah ini, Bukanlah orang yang menulis ini lebih pandai dari pada kalian akan  tetapi cuma hanya ingin berbagi sedikit pengalaman yang sudah di dapat dan di rasakan.

Sekolah Yang Tertunda

PIXABAY.COM

Ketika sudah lulus SMP (sekolah menengah pertama) pasti anak anak dan orang tua itu sibuk dengan mencari sekolah jenjang berikutnya.

Banyak dari refrensi tetangga mengatakan di sekolah A  itu lo bagus ada juga yang di sekolah B lebih bagus dan ada juga yang bilang dah mondok saja biar lebih terkontrol.Itulah saran saran yang saya dengar dari tetangga maupun saudara. Tetapi kembalilah semua itu dari Bapak dan Ibu saya karena merekalah yang mau membiayai saya.

Saat itu aku kelas 3 Smp yang sedang sibuk-sibuknya untuk ujian Nasional,

Setiap pagi berangkat sekitar jam satu (dulu masih kurikulum 2006 belum 2013) setelah itu pulang, Lalu lanjut jam setengah dua itu berangkat les lagi sampai jam 4 baru pulang, Ber jalan kaki sekitar 2 km dari rumah, Setiap hari begitu.

Dan ketika pulang lewat persawahan dangan terik matahari sedang panas panasnya tiba tiba air mata ini menetes melihat perjuangan para orang tua yang panas panas berada di tengah -tengah sawah demi keluarga dan anak-anaknya masyaAllah. Perjuanganku belum seberapanya di banding mereka.

Setelah berapa Bulan melalui mulai dari Tri out, Ujian sekolah, Ujian praktek dan ujian Nasional dah tinggal menunggu pengumuman kelulusan rasanya hati ini berdebar debar menunggunya serasa tidak sabar untuk tau hasilnya.

Dan pada tanggal 12 bulan Mei tahun 2012 diriku resmi lulus dari jenjang SMP dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan lah hehe.

Dan setelah itu ada trdisi kelulusan yaitu dengan mengadakan sujud syukur ber sama sama di masjid di dampingi Guru agama, Para wali kelas dan kepala Sekolah tentunya.

Mengumpulkan semua sragam yang kita punya yang masih layak untuk diberikan kepada yang membutuhkan akan tetapi,

Namanya juga anak -anak masih ada saja yang mengecat pakaiannya dan konfoi sepedah montor keliling desa tapi mereka yang begitu langsung di tindak lanjuti sama kepala Sekolah dan kesiswaan, Dan alhamdulilah pada bulan Mei 2018 resmi menjadi sekolah berbasis pondok pesantren.

Setelah itu acara perpisahan semua siswa kelas tiga dengan menggunakan pakaian adat jawa menghiasi lapangan basket sekolah.

semua saling meminta maaf sesama siswa , Semua Guru ,Kepala sekolah dan para staf kariyawan suasana pada saat itu terlihat haru sekali, Kalau ingat kenakalan teman-teman,Usilnya,Centilnya anak-anak perempuan pokoknya nggak bisa di lupakan begitu saja lah semua kenangan itu.

pada suatu hari setelah hari perpisahan sekolah teman teman csku (teman paling dekat)

Datanglah kami pada sekolah yang pertama kami datangi yaitu di SMK pemkap ponorogo.

Kami menuju ke kantor untuk sekedar cari- cari informasi tentang jurusan yang kami sukai masing-masing, Endingnya si hadi dia sudah bulat mengambil jurusan atau keahlian TKR ( Teknik kendaraan Ringan) semacam urusan kerusakan pada mobil,

Kalau riko,putra dan aku kurang cocok lalu kami bergegas menuju ke SMK 1 Jenangan Ponorogo.

Yang ini adalah ke inginan si Putra untuk bisa masuk di sekolah ini karena ini adalah salah satu sekolah faforit di daerah Ponorogo untuk laki laki.

Biar bisa masuk di sini nilai ujian Nasionalnya rata-rata minimal 85,00, Sedangkan putra itu rata-ratanya 90,00 mantap kan, Nah masuk lah putra di SMK 1 Jenangan tanpa tes ,Sekarang tinggal aku sama si riko

Sebenarnya aku dan si Riko itu tertarik di Smk 1 Jenangan tadi tapi nilai nya nggak cukup hehe,

Dan kami memilih di Smk Al-Inabah Ponorogo di sana ada jurusan yang kami cari yaitu multimedia. Setelah kami dari ngantar Putra ke SMK tujuanya kami langsung bergegas ke SMK Al -Inabah untuk mencari informasi buat Riko dan aku.

Samapai di sana Riko langsung suka dengan suasananya begitu juga aku karena di sana kaum Perempuanya pakai Jilbab semua hehe tanpa berpikir panjang datang kami ke kantor untuk meminta surat pendaftaran dan syarat-syarat lainya apa.

Aku bilang “Bro aku urung omong karo pak buk ku ke yo opo iki nko?” ( Bro aku belum bilang sama Bapak dan Ibu aku bagaimana ini?”) “oleh-oleh mengko pora manut awakmu ta?” (Boleh-boleh nanti juga ikut kamu to orang tuamu?), Setelah itu kami langsung pulang.

Sampai rumah aku bilang kepada orang tua kalau aku mendaftar di sekolah Al Inabah ,

Bapak bilang begini “Yang Penting kamu belajar yang bener jangan main main sekolah itu butuh biaya besar bukan kecil”, “InsyaAllah pak”. Hati ini sangatlah bergembira sekali mendengar kata-kata Bapak tadi.

Tiba-tiba kakek atau Bapak dari ibu sakit napasnya tersendak sendak ,

Bergegaslah di bawa ke rumah sakit dan ternyata kakek terkena penyakit komplikasi jatung,Paru-paru,Kencing manis, Dan harus rawat inap selam kurang lebih hampir 1 bulan.

Akhirnya usaha sudah di lakukan doa sudah di panjatkan tapi Allah memanggil kakek untuk menghadap padanya, Semoga amal ibadahmu di terima kek Alfatihah.

Setelah kejadian itu dan menghabiskan dana yang lumayan banyak sampai sepetak tanah di jual,

Dan bapak bilang pada saya “Nak kamu berhenti sekolah dulu ya kamu tau Bapak sekarang uangnya masih di buat pengobatan kakek mu kemarin?” ” Nggak apa apa pak lain waktu juga bisa”

Tiba tiba Ibu bilang begini, Yasudah ibu bekerja saja di madiun biar kamu bisa sekolah lagi sekarang kamu berhenti dulu satu tahun,

Di sela -sela aku menunggu itu aku ikut kernet truk, mulai di sini kehidupan jadi keras pendidikan agama kurang ada sedikit rasa kecewa karena masih laibil dan jalan kenakalan yang dulu saya pernah jalani, hingga pernah balapan montor demi sebuah uang astagfirullah lah pokoknya.

Dan yang di tunggu -tunggu datanglah masa pendaftaran siswa baru ,

Akan tetapi pada saat itu juga ibu tiba-tiba pulang denga giginya sakit hari berganti hari semakin parah sampai leher ibu tambah membesar sebelah dan harus di operasi , sejenak aku berfikir “APAKAH INI UJIAN APAKAH INI ADZAB YA ALLAH “,Mulai dari kejadian ini udah waktunya bertobat mengharap ampunan Allah ,

Dan sekolahpun tak jadi, Dan akhirnya ku pilih untuk merantau yang jauh dari rumah, Karena telinga ini sudah bising mendengar cibiran orang yang mengatakan tentang diriku, Aku akui aku salah,Maka aku harus merantau untuk membenahi diri ini untuk menjadi yang lebih baik.

KATA HIKMAH

” Ingatlah Allah dalam keadaan Senang atau Susah, Supaya Allah tidak melupakanmu ketika kamu lagi kesusahan”

“Jauhilah larangan Allah, Lakukanlah perintahnya sekuatmu”

“Jangan Terlalu Berharap jika engkau tidak mau menanggung beratnya rasa kecewa, Berharaplah semata -mata hanya mengharap Ridho Dari Allah InsyaAllah hatimu akan tenang”

“JANGAN PERNAH PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH”

“BARANG SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH PASTI AKAN MENDAPATKAN HASIL”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.