√Rumah Adat Maluku (Yang Paling Sering di Cari)

rumah adat maluku
gpswisataindonesia.wordpress.com

Seperti yang kita tahu bahwa indonesia adalah negara yang kaya akan budaya salah satunya adalah rumah adat maluku.

Tujuannya apa buat apa to sebenarnya?.

Yaitu dengan kita mengenang sejarah kita tau bahwa negeri yang kita tempati ini sangatlah kaya akan semuanya.

Salah satunya keunikan rumah adat dan kita wajib melestarikannya supaya anak keturunan kita kelak masih bisa melihat, bukan sekedar cerita dongeng.

Jangan lupa baca juga rumah adat Riau, agar lebih mengetahui budaya Indonesia ini.

Daftar Nama Rumah Adat Maluku

1.Rumah adat Balieo

rumah adat balielo
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Rumah baileo ini adalah merupakan perwakilan dari kebudayaan Maluku dan mempunyai fungsi yang sangat penting, untuk masyarakat Maluku khususnya.

Rumah baileo menjadi ini menjadi icon atau simbul tetap di Maluku selain gereja atau masjid. Baileo ini adalah bangunan yang di gunakan sebagai tempat untuk melakukan ritual atau yang disebut upacara adat.

Dan juga sebagai tempat menyimpan berbagai benda suci dan juga untuk balai warga.

Ciri-ciri yang utama dari rumah adat balieo ini adalah ukurannya yang besar serta memiliki arsitek yang berbeda dengan rumah rumah lain di sekitarnya.

Menurut aminama.com, hiasan atau ornamen yang ada di rumah adat baileo ini ada hubungannya dengan adat istiadat serta kehidupan sehari hari masyarakat Maluku.

Sedangkan ada dua ekor ayam berhadapan dan di apit oleh dua ekor anjing di sebelah kanan dan kiri. Posisinya di ambang pintu.

Yang memiliki makna kedamaian dan kemakmuran.

Selain ornamen ada juga beberapa ukiran lainnya seperti:

  1. Bintang
  2. Bulan
  3. Matahari

Yang ditempatkan di atap dengan menggunakan warna kuning, merah dan juga hitam.

Yang mempunyai makna sebagai kesiapan baileo sebagai balai temapat dalam menjaga keutuhan adat dan hukum adatnya.

Baileo ini terbuat dari bahan material kuat serta ditambah dengan hiasan khas Maluku. Keistimewaan rumah adat Maluku ini adalah tidak mempunyai dinding.

menurut keyakinan mereka bertujuan agar roh nenek moyang bisa dengan leluasa untuk keluar masuk ke rumah baileo tersebut.

Rumah adat ini adalah termasuk dalam kategori rumah panggung, sehingga posisi lantai berada di atas tanah.

Lantai yang tinggi ini memiliki arti supaya roh nenek moyang bisa selalu memiliki derajat dan juga tempat yang lebih tinggi di alamnya.

2. Rumah Sasadu

rumah adat sasadu
by wordpres

Yang ke dua yaitu rumah adat sasadu adalah arsitektur rumah adat asli masyarakat suku Sahu yang sudah ada sejak zaman dulu yang bertempat di Halmahera.

Arsitektur rumah ini menggambarkan tentang falsafah kehidupan orang Sahu dalam bermasyarakat dan beradat.

Ada begitu banyak ciri khas dari rumah adat Maluku ini baik dari segi arsitektur atau kandungan nilai filosofisnya.

Rumah sasadu ini sebenarnya bukanlah arsitektur rumah untuk tempat tinggal, namun sejak awal difungsikan sebagai balai adat atau tempat pertemuan seluruh masyarakat Sahu saat ada kegiatan adat.

Struktur dan Model Rumah Sasadu

Karena rumah adat Sasadu ini dipakai sebagai tempat untuk pertemuan banyak orang, maka arsitekturnya rumah adat ini juga luas. Tidak ada dinding dan hanya terdiri dari satu ruang saja, tanpa menggunakan sekat sehingga terbuka dan yang terlihat hanya beberapa tiang penopang.

Tiang penopang pada rumah adat ini tidak memikul berat lantai, seperti rumah adat  lain yang di Indonesia. Rumah sasadu ini juga bukan termasuk jenis rumah panggung dan tiangnya juga hanya digunakan untuk menopang kerangka atap rumah.

Sedangkan sebagian lantai yang lain terhampar diatas permukaan tanah, Tiang untuk penopang ini terbuat dari  batang kayu sagu yang ditemukan mudah di daerah Maluku.

Tiang penopang digabungkan antara satu dengan yang lain dengan menggunakan balok penguat.

Dan uniknya dari rumah ini tidak menggunakan paku untuk menggabungkan keduanya.

Balok penguat akan digabungkan pada tiang dengan memakai pasak kayu dan di beberapa bagian balok penguat sering digunakan juga sebagai tempat duduk. Antara dua balok tersebut kemudian ditambahkan dengan susunan bambu atau kayu yang di bentuk dipan.

Ciri dan Filosofi Rumah Adat Sasadu
  • Rumah Sasadu terbuka dan tidak memakai dinding dengan banyak pintu. Arsitektur ini memiliki nilai filosofi jika masyarakat suku Sahu dan Maluku  merupakan orang yang terbuka bisa menerima pendatang tanpa melihat perbedaan ras maupun suku.
  • Ujung atap rumah pada bagian bawah dibuat lebih pendek dari langit langit supaya setiap orang yang masuk sambil menundukan kepala dan membungkukan badan dengan makna agar supaya orang bisa selalu patuh dan hormat pada semua aturan adat suku Sahu.
  • Pada ujung atap memiliki ukiran berbentuk seperti perahu melambangkan bahwasannya masyarakat suku Sahu yang merupakan masyarakat bahari yang senang melaut
  • Dan pada rangka atap ada kain berwarna merah dan putih yang melambangkan bahwasannya masyarakat Maluku cinta tanah air dan bangsa Indonesia, dan juga sebagai kerukunan umat beragama antar Islam dan Kristen

3. Rumah Hibualamo

rumah-adat hibualamo
blogspot.com

Rumah adat yang selanjutnya adalah rumah adat hibualamo. Dari bahasa asli nya, hibua mempunyai arti rumah dan lamo yang berarti besar sehingga diartikan sebagai rumah yang sangat besar.

Ini adalah bangunan yang terbilang baru di Maluku karena baru diresmikan pada bulan April 2007 meski sebenarnya rumah ini sudah ada sejak 600 tahun yang lalu.

Rumah adat ini hilang karena pada zaman penjajahan yang kemudian didirikan balai desa sebagai tempat menyelesaikan masalah dan pemerintahan.

Rumah adat ini dijadikan sebagai icon perdamaian pasca konflik SARA tahun 1999 hingga 2001. Maka dari itu, pembangunan ini juga memiliki perkembangan yang lumayan, dibandingkan bentuk aslinya yang merupakan rumah panggung.

Bentuk rumah aslinya yang berada di Pulau Kakara yang di beri nama dengan rumah adat hibualamo tobelo. Bangunan ini kembali dibangun karena memiliki arti tersendiri terhadap persatuan umat.

Arsitektur rumah adat ini berbentuk seperti perahu yang mencerminkan kehidupan maritim suku Tobleo dan Galela di area pesisir. Bangunan ini mempunyai bentuk segi delapan dan dilengkapi dengan empat pintu sebagai simbol empat arah mata angin.

Ketika berada di dalam, semua orang akan duduk saling berhadapan untuk menunjukan kesatuan dan kesetaraan.

Keunikan rumah adat Maluku bernama rumah adat hibualamo ini mempunyai empat warna utama yang masing-masing warnanya mempunyai makna.

Yaitu:

  • Merah melambangkan keteguhan perjuangan komunitas canga,
  • Kuning sebagai lambang kecerdasan serta kepandaian, kemegahan dan kekayaan.
  • Hitam melambangkan kesamaan solidaritas dan juga putih yang melambangkan kesucian.

Nah berikut ini teman rumah adat maluku yang sering di cari dan sering dipelajari, sekian terimakasih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.